Begini Bunyi Janji Pernikahan dari 5 Agama yang Menyentuh Tamu-Tamu

Begini Bunyi Janji Pernikahan dari 5 Agama yang Menyentuh Tamu-Tamu
Mengucap akad merupakan salah satu dari syarat sahnya sebuah pernikahan. Meskipun ada beberapa tradisi tertentu yang tidak mengharuskan adanya pengucapan janji oleh salah satu ataupun kedua mempelai. Prosesi inilah dirasa menambah kesakralan sebuah pernikahan.  Janji ini pun bukan hanya sekedar janji, melainkan sebuah janji yang dibawa sampai mati yang mengikat antara kedua belah pihak calon pengantin.
Apakah Anda penasaran, bagaimana teks janji pernikahan menurut tata cara 5 agama yang umum telah berlaku di Indonesia? Coba Anda baca dulu isinya biar Anda lebih mantap untuk meminang sang pujaan hati kelak.

Akad Nikah atau Ijab Kabul Dalam Agama Islam

Pada prosesi akad nikah kali ini, maka wali dari mempelai wanita akan duduk berhadapan sambil menjabat tangan sang mempelai pria. Sedangkan untuk mempelai wanita mendengarkan proses tersebut di samping, di belakang pengantin pria, ataupun di ruangan lain tergantung dari tradisi yang akan digunakan.
Inilah salah satu kumpulan janji suci pernikahan untuk agama Islam. Disini wali nikah akan mengucapkan kalimat ijab seperti berikut :
Saudara (nama pengantin pria) bin (nama ayah pengantin pria), bersama ini saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan (nama pengantin wanita) binti (nama ayah pengantin wanita) dengan maskawinnya yang dibayar tunai.
Baru setelah itu dijawab dengan kabul yang diucapkan oleh mempelai pria yaitu :
Saya terima nikah dan kawinnya (nama mempelai wanita) binti (nama ayah mempelai pria) dengan maskawinnya yang disebutkan tadi dibayar tunai.
Saat akad nikah ini selesai diucapkan, maka secara agama Islam, sebuah pernikahan baru dinyatakan sah.

Janji Pernikahan dalam Ajaran Agama Kristen Dilaksanakan pada Prosesi Pemberkatan di Gereja

Disini kedua mempelai akan dipersilakan oleh Pendeta untuk berdiri kemudian berjabatan atau berpegangan tangan, setelah dilakukan beberapa liturgi atau tata cara kebaktiann.
Berikut salah satu kumpulan janji suci pernikahan Kristen yang diucapkan oleh kedua mempelai secara bergantian :
(Nama mempelai), aku mengambil engkau menjadi seorang istri/suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus.

Janji Pernikahan dalam Ajaran Katolik 

Disini kedua mempelai akan dipersilakan untuk menumpangkan tangan mereka di atas kitab suci dan berhadapan dengan Pastor atau Rama untuk menerima sakramen perkawinan.
Berikut ini janji pernikahan menurut ajaran Katolik, yaitu
Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,  maka saya (menyebutkan nama), dengan niat yang suci dan ikhlas hati telah memilihmu (menyebutkan nama pasangan) menjadi suami/istri saya. Saya berjanji untuk selalu setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan juga sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan juga menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak  yang akan dipercayakan Tuhan kepada saya dan akan mendidik mereka secara Katolik. Demikian janji saya demi Allah dan Injil suci ini, semoga Tuhan selalu menolong saya.

Janji Suci Pernikahan untuk Agama Hindu

Kumpulan janji suci pernikahan berikutnya dari agama Hindu. Sebelum sumpah pernikahan diucapkan, maka terlebih dahulu akan dilayangkan smara stava atau doa perkawinan Hindu oleh penghulu nikah. Baru setelahnya, untuk mempelai pria menatap mempelai wanita sambil memegang kedua belah tangannya, kemudian mengucapkan :
    Mempelai pria:
 Wahai mempelai wanita (sebutkan namanya), di hadapan Hyang Widhi dan juga para saksi, saya akan genggam tanganmu bagi kemakmuran. Semoga engkau bisa menjadi pendamping hidup saya, sebagai istri, sampai akhir hayat.
    Kemudian dilanjutkan oleh mempelai wanita :
Untuk Hyang Widhi dan semua para saksi, saya akan berdoa semoga dirimu, suami saya (namanya), agar selalu diberi usia yang panjang dan bisa hidup bersama dengan saya penuh setia hingga akhir hayat.

Pada agama Buddha juga Dilakukan Ikrar Perkawinan 

Kumpulan janji suci pernikahan berikutnya juga terdapat pada agama Budha. Usai dilayangkan namakara patha atau kalimat persujudan oleh Romo Pandita yang kemudian diikuti oleh kedua mempelai.  Pada prosesi ini mereka akan saling mengucap ikrar. Dengan memegang tiga batang hio dengan posisi sikap anjali atau merangkapkan tangan di depan dada
    Mempelai pria akan mengucapkan :
Saya mohon kepada semua yang hadir di sini untuk bisa menjadi saksi bahwa pada hari ini, saya (nama mempelai pria) akan mengambil (nama mempelai wanita) sebagai istri saya yang sah, dan saya berikrar. Saya  akan mencintai istri saya dan akan selalu membuatnya bahagia, setia kepadanya dalam pikiran, ucapan, dan juga perbuatan. Akan selalu bersama-sama mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya. Akan menjadi seorang suami yang baik dan menghiburnya dalam kesulitan, dan akan selalu membina keluarga yang rukun dan bahagia di waktu senang dan di waktu susah. Semoga Sang Tiratana selalu memberkati kita semua,  Sadhu, sadhu, sadhu!
    Kemudian dilanjutkan oleh mempelai wanita :
 Saya mohon kepada semua yang hadir di sini untuk bisa menjadi saksi bahwa pada hari ini saya (nama mempelai wanita) akan mengambil (nama mempelai pria) sebagai suami saya yang sah, dan saya berikrar. Saya akan mencintai suami saya dan akan selalu membuatnya bahagia. Akan setia kepadanya dalam pikiran, ucapan dan juga perbuatan. Akan menjadi seorang ibu yang baik dari anak-anak, akan menjadi seorang istri yang baik dan menaati petunjuknya dengan baik. Akan membina keluarga yang rukun dan juga bahagia di waktu senang dan di waktu susah. Semoga Sang Tiratana selalu memberkati kita semua, Sadhu, sadhu, sadhu!
Setelah selesai mengucap ikrar, maka kedua mempelai akan melakukan namaskara ataupun bersujud dengan sikap anjali sebagai wujud penghormatan terhadap Sang Tiratana.

Sebetulnya untuk semua kumpulan janji suci pernikahan tidak berbeda jauh antara ajaran agama yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing lafalnya selalu menunjukkan perhatian, kasih sayang, rasa cinta, pengorbanan, dan juga saling hormat antara kedua mempelai. Semuanya itu punya maksud dan tujuan yang baik, yaitu membangun rumah tangga yang penuh cinta kasih dengan tanpa mengesampingkan sebuah tuntunan agama di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar